• http://www.axi.com/int
  • http://www.axi.com/eu
  • http://www.axi.com/uk
  • http://www.axi.com/au
  • http://www.axi.group/ar-ae
  • http://www.axi.group/en-ae
  • http://www.global-edge.info/cn
  • http://www.axi.com/es-mx
  • http://www.axi.com/fr-ma
  • /id
  • http://www.axi.com/it-ch
  • http://www.axi.com/kr
  • http://www.axi.com/pt
  • http://www.axi.com/th
  • http://www.axi.com/tw
  • http://www.axi-global.com/vn
  • http://www.axi.com/zh-au
  • http://www.axi.com/jp
  • http://www.axi.com/za
  • http://www.solarisih.com/vu
  • http://www.global-edge.info/chn
Form not found

Apa yang dimaksud dengan trading CFD dan bagaimana cara trading CFD?

Education /
Milan Cutkovic
CFD Trading Guide

Apa yang dimaksud dengan CFD?

CFD, kependekan dari ‘Contract for Difference’, adalah jenis derivatif finansial yang memungkinkan trader berspekulasi mengenai pergerakan harga berbagai aset acuan, seperti saham, komoditas, mata uang, atau indeks, tanpa memiliki aset acuan yang sebenarnya.

 

Apa yang dimaksud dengan pasar CFD?

Berbagai macam produk dan aset dapat diperdagangkan sebagai contract for difference. Di pasar ini, jenis utama CFD meliputi: 

  • Forex: Forex atau ‘FX’ adalah kependekan dari valuta asing, sedangkan ‘trading forex’ mengacu pada tindakan membeli atau menjual pasangan mata uang mayor, minor, dan eksotis. Pasangan mata uang forex mayor mengandung dolar AS, seperti EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, AUD/USD, USD/CAD, dan USD/CHF. Pasangan mata uang minor meliputi EUR/GBP, GBP/JPY, GBP/CAD, CHF/JPY, EUR/AUD, dan NZD/JPY. Pasangan mata uang eksotis mencakup kombinasi salah satu dari 8 mata uang utama dan mata uang dari negara berkembang, seperti AUD/SEK (dolar Australia/krona Swedia), CAD/SGD (dolar Kanada/dolar Singapura), dan GBP/CZK (poundsterling Inggris/koruna Republik Kroasia).
  • Saham: Pasar saham adalah tempat investor dapat membeli dan menjual saham perusahaan publik. Pasar saham terbesar dan terpopuler di dunia adalah pasar saham AS, yang terdiri dari lebih dari 4.000 perusahaan dari bursa saham seperti NYSE (New York Stock Exchange), NASDAQ, AMEX, dan banyak lagi. Dengan menggunakan CFD, Anda dapat memperdagangkan berbagai macam saham, termasuk saham growth terbaik (saham yang dianggap memiliki potensi tinggi pada masa depan) dan saham value (saham yang dianggap diperdagangkan di bawah nilai sebenarnya). Saham growth yang populer termasuk perusahaan teknologi teratas Amerika, yang sering disebut sebagai FAANG: Facebook (META), Amazon (AMZN), Apple (AAPPL), Netflix (NFLX), dan Alphabet (GOOG).
  • Indeks: Indeks adalah “keranjang” berisi saham-saham individual, tetapi saling terkait. Misalnya, indeks S&P 500 mewakili performa saham keseluruhan dari 500 perusahaan terbesar yang terdaftar di bursa saham di Amerika Serikat, sedangkan NDXT (Indeks Sektor Teknologi NASDAQ-100) mengukur performa 100 perusahaan teknologi teratas. Indeks biasanya diberi peringkat oleh lembaga independen seperti FTSE Group, Deutsche Börse, dan Standard & Poor’s. Beberapa indeks yang paling populer termasuk S&P 500, Dow Jones, NYSE, NASDAQ, dan FTSE 100.
  • Komoditas: Komoditas adalah bahan mentah yang umum digunakan dalam produksi barang lain atau diperdagangkan di pasar terbuka. Komoditas dapat dibagi menjadi dua kategori: komoditas lunak dan komoditas keras. Produk pertanian, seperti kopi dan kakao, dianggap sebagai komoditas lunak (soft commodity), sementara logam mulia seperti emas atau perak dan energi, seperti gas alam dan minyak, dianggap sebagai komoditas keras (hard commodity).
  • Mata Uang Kripto: Mata uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan Litecoin adalah bentuk mata uang digital yang relatif baru yang didukung oleh jaringan peer-to-peer terdesentralisasi yang disebut blockchain. Tidak seperti bentuk uang tradisional yang dikeluarkan oleh bank sentral, mata uang kripto biasanya tidak diawasi oleh pemerintah atau lembaga keuangan dan tidak memerlukan perantara keuangan untuk beroperasi. Sebaliknya, jaringan kripto dikelola oleh peserta jaringan yang memverifikasi dan mengonfirmasi transaksi.
  • Penawaran Umum Perdana (IPO): IPO adalah proses ketika perusahaan swasta menawarkan sahamnya kepada publik untuk pertama kalinya dan mengundang calon investor untuk mendapatkan kepemilikan sahamnya melalui bursa saham. Saat Anda trading IPO dengan CFD, Anda mengambil posisi long (beli) atau short (jual) pada pergerakan harga saham. Artinya, Anda memiliki pilihan untuk membuka posisi short (jual) pada saham IPO, tergantung pada strategi Anda dan ekspektasi hasil IPO.

 

Apa yang dimaksud dengan trading CFD?

Saat trading CFD, Anda menandatangani kontrak dengan broker untuk menukar selisih harga aset acuan antara pembukaan dan penutupan kontrak. Jika Anda yakin harga pasar aset (misalnya, mata uang forex, saham, komoditas) akan naik, Anda dapat mengambil posisi long (beli), dan jika Anda memperkirakan harga akan turun, Anda dapat mengambil posisi short (jual). Keuntungan atau kerugian ditentukan oleh selisih pergerakan harga aset di pasar terbuka.

 

Bagaimana cara kerja trading CFD?

Trading CFD memungkinkan Anda berspekulasi mengenai pergerakan harga instrumen keuangan tanpa harus memiliki aset acuan. Jika harga pasar aset bergerak ke arah yang sama dengan posisi CFD, Anda akan mendapat profit.

Ada dua harga yang harus diperhatikan dalam trading CFD: harga “beli” dan harga “jual”. Tindakan yang Anda pilih akan bergantung pada perkiraan Anda bahwa harga akan naik atau turun.

  • Posisi beli: Posisi beli terjadi saat trader membuat order BELI. Dalam hal ini, trader berharap nilai aset akan naik seiring waktu. Trader akan MEMBELI pada harga rendah tetapi MENJUAL setelah harganya naik.
  • Posisi jual: Posisi jual terjadi ketika trader memperkirakan penurunan nilai aset dan memilih posisi JUAL.

Mari kita jelajahi konsep itu dengan menggunakan contoh berikut:

  • Contoh trading CFD emas: Anda melihat harga emas saat ini adalah $1.820. Anda mengikuti berita pasar dan analisis ekonomi, Anda berspekulasi nilai emas akan naik. Maka, Anda membuka posisi ‘beli’ pada harga beli emas saat ini. Anggap saja, pada saat penutupan kontrak, harga emas telah naik menjadi $1.901. Arah pasar sesuai dengan arah trading Anda sehingga posisi CFD Anda menghasilkan profit. Namun, jika harga turun di bawah harga beli awal, Anda akan mengalami kerugian.
  • Contoh trading CFD saham: Setelah Meta menerbitkan laporan pendapatan yang mengecewakan, Anda yakin perusahaan tersebut dinilai terlalu tinggi dan ini adalah awal dari koreksi yang lebih dalam, bukan aksi jual sementara. Maka dari itu, Anda membuka posisi jual pada Meta di harga $250. Jika harga saham Meta terus turun, trading Anda akan menghasilkan profit. Namun, jika harga Meta berbalik dan naik kembali di atas $250, Anda akan mengalami kerugian.

 

Mengapa trading CFD?

Keuntungan utama trading CFD adalah kemudahan akses ke berbagai pasar dan aset. Dengan CFD, trader dapat mengakses berbagai instrumen keuangan, termasuk saham, indeks, komoditas, dan mata uang, semuanya dari satu platform trading. Ini berarti trader dapat mendiversifikasi portofolio dan memanfaatkan peluang di pasar yang berbeda, meskipun trader tidak memiliki akses langsung ke aset tersebut. Penggunaan margin juga meningkatkan kesempatan trading, memungkinkan trader mengendalikan posisi yang lebih besar dengan modal kecil sehingga berpotensi meningkatkan potensi keuntungan.

Catatan: Trading dengan leverage juga dapat memperbesar kerugian sehingga praktik manajemen risiko yang tepat harus dilakukan.

Trading CFD juga menawarkan fleksibilitas dan peluang untuk mendapatkan profit dari naik dan turunnya pasar. Dengan CFD, trader dapat mengambil posisi long (beli) jika memperkirakan harga aset akan naik, atau posisi short (jual) jika mengantisipasi penurunan harga. Ini berarti trader berpotensi mendapat profit dari pergerakan harga di kedua arah, memungkinkan trader memanfaatkan kondisi pasar yang berbeda.

 

Cara Trading CFD

Trading CFD tersedia untuk siapa saja yang telah membuka akun trading dengan broker online. Setelah akun dibuat, Anda dapat mengikuti panduan umum berikut untuk membantu Anda memulai trading CFD standar:

  1. Pilih aset: Pilih instrumen finansial yang ingin Anda perdagangkan, seperti saham, indeks, komoditas, atau mata uang.
  2. Pilih posisi: Tentukan apakah harga aset yang Anda pilih akan naik (posisi beli) atau turun (posisi jual). Jika Anda memperkirakan harga akan naik, Anda dapat membuka posisi beli, dan jika memprediksi harga akan turun, Anda dapat membuat posisi jual.
  3. Tentukan ukuran trading: Tentukan jumlah unit CFD yang ingin Anda perdagangkan. CFD biasanya diperdagangkan dalam ‘lot’, dan setiap kontrak mewakili ukuran unit tertentu dari aset acuan.
  4. Tetapkan leverage: Leverage memungkinkan Anda memiliki posisi trading yang lebih besar dengan modal yang relatif lebih kecil. Namun, ingat bahwa leverage dapat memperbesar keuntungan dan kerugian Anda.
  5. Pantau pasar: Gunakan platform trading yang disediakan oleh broker Anda untuk memantau pergerakan harga aset secara real time. Platform trading CFD biasanya menawarkan berbagai alat untuk membantu menganalisis dan memantau pasar.
  6. Buat order: Saat Anda siap memasuki pasar, buatlah order melalui platform trading. Anda akan menentukan jenis trading (beli atau jual), ukuran trading, dan parameter tambahan yang diperlukan oleh platform. Anda juga disarankan untuk menggunakan perangkat seperti stop-loss dan take-profit untuk mengunci profit dan mengurangi potensi kerugian.
  7. Pantau posisi Anda: Setelah trading Anda dieksekusi, pantau posisi dan ikuti pergerakan harga aset. Jika trading Anda tidak memiliki waktu jatuh tempo, Anda dapat menutup posisi kapan saja sesuai dengan strategi trading Anda.

 

Keuntungan trading CFD

  • Akses ke berbagai pasar: Trading CFD memungkinkan akses ke berbagai pasar, termasuk saham, indeks, komoditas, mata uang, dan banyak lagi, memberikan banyak peluang trading yang menguntungkan.
  • Leverage dan trading margin: Trading CFD menawarkan leverage sehingga trader dapat mengendalikan posisi yang lebih besar dengan modal kecil. Hal ini meningkatkan potensi keuntungan (dan kerugian) sekaligus memungkinkan alokasi modal yang lebih fleksibel.
  • Posisi beli dan jual: CFD memungkinkan trader mengambil keuntungan dari pasar yang naik dan turun. Dengan mengambil posisi beli, trader berpotensi mendapat profit dari pergerakan harga naik, sedangkan posisi jual memungkinkan profit dari pergerakan harga turun.
  • Kemudahan lindung nilai: CFD dapat digunakan sebagai alat lindung nilai untuk mengimbangi potensi kerugian dalam portofolio Anda. Dengan mengambil posisi yang berlawanan, trader dapat mengurangi risiko dan melindungi investasi.
  • Tidak perlu memiliki aset acuan: Trading CFD memungkinkan trader berspekulasi mengenai pergerakan harga tanpa harus memiliki aset yang sebenarnya, jadi trader tidak perlu mengeluarkan modal awal yang besar untuk memiliki aset dan biaya penyimpanan aset secara fisik ( misalnya, satu barel minyak atau satu gudang biji-bijian).
  • Ukuran trading yang fleksibel: CFD menawarkan pilihan ukuran trading yang fleksibel, memungkinkan trader menyesuaikan posisi dengan tingkat risiko dan tujuannya.
  • Eksekusi cepat dan nyaman: Trading CFD dapat dieksekusi dengan cepat dan mudah melalui platform trading online, menyediakan akses langsung ke pasar dan kuotasi harga real-time.
  • Akses luas ke pasar global: Trading CFD menyediakan akses ke pasar global, memungkinkan trader untuk mendiversifikasi portofolio dan meningkatkan peluang untuk trading yang menguntungkan.
  • Ketersediaan alat manajemen risiko: Platform CFD sering kali menawarkan alat manajemen risiko, seperti order stop-loss dan take-profit, untuk membantu trader mengelola dan membatasi potensi kerugian.
  • Mendapatkan dividen: Trader berhak mendapatkan dividen jika memegang posisi beli pada saham individu atau indeks saham. Penyesuaian dividen hanya akan negatif jika trader memegang posisi jual.

advantages and disadvantages of CFDs

Kekurangan trading CFD

  • Risiko volatilitas: CFD dapat diperdagangkan pada aset volatil, yang dapat menyebabkan fluktuasi harga dengan cepat. Pergerakan pasar yang tiba-tiba dapat mengakibatkan kerugian besar atau memicu margin call.
  • Leverage memperbesar kerugian: Meskipun leverage dapat meningkatkan potensi keuntungan, leverage juga dapat memperbesar kerugian. Trading dengan leverage meningkatkan risiko kerugian secara signifikan karena kerugian dapat melebihi modal awal.
  • Risiko dari broker: Trading CFD dieksekusi melalui broker atau lembaga keuangan sehingga trader terpapar risiko yang dapat ditimbulkan pihak lawan (counterparty). Jika broker gagal atau bangkrut, trader menghadapi risiko kehilangan modal yang diinvestasikan atau kesulitan menarik dana. Trader harus melakukan uji tuntas (due diligence) dan memilih broker berlisensi, teregulasi, dan bereputasi baik.
  • Biaya dan tagihan: Beberapa broker CFD mungkin memiliki biaya atau tagihan tak terduga, seperti biaya inap (overnight), komisi, atau biaya platform. Trader harus meninjau struktur biaya broker yang dipilih dengan cermat untuk memahami total biaya trading.
  • Trading berlebihan dan keputusan yang emosional: Mudahnya akses trading CFD dapat menyebabkan trading berlebihan dan pengambilan keputusan yang emosional. Trading impulsif berdasarkan emosi dan bukan strategi yang dipikirkan dengan matang dapat mengakibatkan hasil trading yang buruk.
  • Struktur harga yang kompleks: Harga dalam pasar yang bergerak cepat terkadang rumit dan tidak selalu mencerminkan harga aset acuan. Faktor seperti spread, komisi, dan biaya dapat memengaruhi harga sehingga penting bagi trader untuk memahami struktur harga CFD.
  • Risiko terkait regulasi: Regulasi untuk trading CFD bervariasi di berbagai wilayah yurisdiksi. Perubahan regulasi atau pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah dapat memengaruhi ketersediaan, batas leverage, atau aspek lain dari trading CFD.
  • Tidak adanya kepemilikan dan hak suara: Trader CFD tidak memiliki aset acuan sehingga tidak memiliki hak suara di perusahaan terkait.

 

Perbedaan trading CFD dan trading konvensional

Baik trading CFD maupun trading konvensional (misalnya, membeli saham) memberikan paparan terhadap pergerakan harga saham. Namun, ada sejumlah perbedaan utama di antara keduanya.

Saat Anda trading atau berinvestasi saham, Anda memiliki kepemilikan langsung atas suatu aset, biasanya saham perusahaan. Dalam hal ini, Anda hanya dapat memperoleh profit dengan menjual saham pada harga yang lebih tinggi dari harga beli.

Dalam trading CFD, Anda hanya memperdagangkan pergerakan harga, yang memungkinkan Anda mengambil posisi long (beli) atau short (jual) pada berbagai instrumen di pasar global, seperti saham, komoditas, forex, dan indeks. Ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan keuntungan atau kerugian dari perubahan harga di pasar tanpa memiliki aset acuan.

Perbedaan utama lainnya adalah penggunaan leverage. CFD adalah produk dengan leverage, yang berarti Anda hanya perlu menggunakan sebagian kecil dari modal yang diperlukan untuk membuka posisi trading yang lebih besar, lalu meminjam sisanya dari broker Anda. Ini memungkinkan Anda menggunakan modal kecil untuk menghasilkan keuntungan (atau kerugian) yang jauh lebih besar. Dalam trading saham, Anda menggunakan modal sendiri untuk membeli saham, dan Anda diharuskan membayar harga secara penuh di muka.

Trading CFD

Trading konvensional

Menggunakan leverage Membayar harga secara penuh di muka
Ada banyak pasar Tersedia ekuitas dan ETF
Anda tidak memiliki aset acuan Kepemilikan aset acuan
Membuat posisi jual untuk mendapatkan profit dari penurunan harga Tidak dapat mendapatkan profit dari penurunan harga
Tidak ada hak pemegang saham Hak pemegang saham dan hak suara
Tidak ada biaya pajak, tetapi profit dikenakan pajak capital gain Membayar biaya pajak materai dan capital gain atas profit Anda
Tersedia lindung nilai untuk trading Anda Lindung nilai memerlukan derivatif (opsi, kontrak berjangka, dan ETF terbalik)

Bagaimana cara mengelola risiko dalam trading CFD?

Dalam trading, Anda mungkin saja memiliki strategi terbaik di dunia, tetapi tanpa manajemen risiko, sulit untuk mempertahankan profit dalam jangka panjang. Pasar itu volatil, jadi manajemen risiko sangat penting.

5 alat dan kiat manajemen risiko

  1. Gunakan stop-loss: Stop-loss adalah level yang sudah ditentukan untuk menutup trading secara otomatis begitu harga yang ditetapkan tercapai. Ini seperti jaring pengaman jika trading tidak berjalan sesuai harapan Anda, membantu memastikan kerugian tidak melebihi kemampuan Anda.
  2. Gunakan take-profit: Ingin mengamankan profit Anda sebelum pasar berbalik arah? Tetapkan level take-profit dan saat pasar mencapainya, trading Anda akan otomatis ditutup dan mengunci profit.
  3. Gunakan trailing stop: Trailing stop dirancang untuk membatasi kerugian DAN mengunci keuntungan; anggaplah ini seperti stop-loss yang lebih fleksibel. Trailing stop ditempatkan pada jarak tertentu dari harga saat ini dan bergerak naik dan turun mengikuti harga.
  4. Sesuaikan ukuran lot Anda: Ukuran posisi itu penting dalam trading. Semakin besar posisi, semakin besar potensi keuntungan, tetapi juga semakin tinggi risikonya. Untuk menentukan ukuran trading yang tepat, Anda dapat mempertimbangkan seberapa besar kerugian yang siap Anda tanggung seandainya trading tidak sesuai harapan.
  5. Gunakan kalkulator trading: Gunakan kalkulator online gratis untuk membantu merencanakan trading Anda:
    Kalkulator margin: Cari tahu margin yang dibutuhkan untuk membuka posisi.
    Kalkulator untung/rugi: Alat ini membantu memperkirakan untung dan rugi serta menetapkan level stop-loss dan take-profit.
    Kalkulator pip: Memperkirakan potensi keuntungan atau kerugian berdasarkan pergerakan pip.

 

Siap untuk melakukan perdagangan dengan keunggulan Anda?

Bergabunglah dengan ribuan pedagang dan perdagangkan CFD pada forex, saham, indeks, komoditas, dan kripto!

 

 

Informasi ini tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi; atau penawaran untuk membeli atau menjual; atau permintaan penawaran untuk membeli atau menjual sekuritas, produk keuangan, atau instrumen apa pun; atau untuk mengikuti strategi trading apa pun. Informasi ini disusun tanpa mempertimbangkan tujuan, situasi keuangan, atau kebutuhan Anda. Referensi apa pun ke kinerja dan prakiraan masa lalu bukanlah indikator yang dapat menjamin hasil di masa mendatang. Axi tidak mewakili dan tidak bertanggung jawab atas keakuratan dan kelengkapan konten dalam publikasi ini. Pembaca harus mencari sarannya sendiri.

FAQ


Apakah trading CFD diperbolehkan di negara saya?

Beberapa negara tidak mengizinkan trading CFD. Jika negara tempat tinggal Anda tidak ditampilkan di formulir aplikasi online saat membuka akun trading, Anda tidak dapat melakukannya.


Apakah trading CFD aman?

Seperti halnya instrumen keuangan atau investasi lainnya, trading CFD memiliki risiko. Penggunaan leverage dapat membuat CFD lebih berisiko daripada produk tanpa leverage, seperti saham konvensional. Sebelum memulai trading dengan akun live, Anda harus membiasakan diri dengan produk tersebut, berlatih di kondisi bebas risiko, dan mempelajari lebih lanjut tentang manajemen risiko.


Berapa volume trading minimum untuk produk CFD?

Volume trading minimum untuk akun Standard dan Pro di Axi adalah 0,01 lot. Namun, ukuran ini dapat berubah tergantung instrumen yang Anda perdagangkan. 


Apa perbedaan antara CFD dan opsi?

Opsi dan CFD memiliki beberapa kesamaan karakteristik. Keduanya dapat memberikan leverage tinggi, yang fleksibel dan dapat digunakan untuk lindung nilai dan spekulasi. Namun, ada sejumlah perbedaan utama di antara keduanya. Ketika membeli CFD, Anda setuju untuk menukar selisih harga dari saat Anda membuka trading dengan saat Anda menutupnya. Opsi memberi trader hak (tetapi bukan kewajiban) untuk membeli atau menjual aset di harga tertentu pada masa depan. Opsi menawarkan fleksibilitas yang lebih tinggi, dan trader dapat membuat strategi yang kompleks menggunakan instrumen ini.


Apa perbedaan antara trading CFD dan kontrak berjangka?

CFD mencerminkan pergerakan harga suatu aset, memberikan gambaran yang jelas kepada investor mengenai perubahan nilai yang akan terjadi saat mempertahankan posisi terbuka.

Ketika seorang trader membeli kontrak berjangka, ia setuju untuk membeli atau menjual aset acuan pada harga dan tanggal yang telah ditentukan pada masa mendatang. Ini adalah kontrak yang akan dieksekusi pada masa depan, dan harga yang ditetapkan akan tetap sama terlepas dari nilai asetnya. Pembeli kontrak berjangka harus menyerahkan aset acuan ketika kontrak berakhir. Sedangkan penjual kontrak berkewajiban menyerahkan aset acuan pada waktu yang telah disepakati.

Kontrak berjangka berfungsi berdasarkan harga yang ditetapkan oleh pasar saat diperdagangkan di bursa, sedangkan CFD berfungsi berdasarkan harga yang ditetapkan oleh broker. Oleh karena itu, integritas harga dianggap lebih baik pada kontrak berjangka dibandingkan dengan CFD.

Sederhananya, kontrak berjangka dapat dianggap sebagai alternatif yang kurang fleksibel tetapi lebih terstruktur daripada CFD.


Berapa lama durasi kontrak CFD?

Waktu berakhirnya kontrak CFD disebut tanggal rollover kontrak CFD. Tanggal jatuh tempo kontrak berjangka adalah hari terakhir Anda dapat memperdagangkan kontrak tersebut.   

Sebelum kontrak berakhir, trader berjangka memiliki tiga pilihan: melakukan offset atau melikuidasi posisi, penyelesaian, atau rollover. Rollover adalah ketika trader memindahkan posisinya dari kontrak bulan terdekat (mendekati tanggal jatuh tempo) ke tanggal kontrak lain pada masa mendatang untuk menghindari biaya atau kewajiban yang terkait dengan penyelesaian kontrak. Rollover kontrak tidak secara langsung memengaruhi profit. 

Catatan: Tanggal rollover kontrak CFD tidak berlaku untuk semua produk trading. 


Apakah CFD lebih baik daripada saham?

Keputusan untuk trading CFD atau berinvestasi saham bergantung pada kemampuan dan tujuan finansial Anda sendiri.  

CFD saham memungkinkan penggunaan leverage saat memperdagangkan pergerakan harga saham, yang berarti Anda berpotensi menghasilkan profit lebih besar dengan modal lebih kecil. Meskipun cara ini meningkatkan hasil, tetapi juga dapat meningkatkan risiko. Trading CFD saham sangat fleksibel; Anda dapat mengambil posisi long (beli) saat Anda memperkirakan harga akan naik atau posisi short (jual) untuk mendapatkan profit dari penurunan harga saham. 

Namun, dengan CFD, Anda tidak akan memiliki hak suara, dan kewajiban pajak mungkin berbeda dari saham konvensional, tergantung pada negara tempat tinggal Anda. 


Apa saja pasar yang tersedia untuk trading di Axi?

Axi menyediakan akses ke berbagai pasar untuk trading CFD. Silakan lihat Jadwal Produk kami untuk daftar lengkap instrumen trading CFD.



Milan Cutkovic

Milan Cutkovic

Milan Cutkovic memiliki pengalaman trading dan analisis pasar di bidang forex, indeks, komoditas, dan saham selama lebih dari delapan tahun. Beliau adalah salah satu trader pertama yang diterima dalam program Axi Select yang mengidentifikasi trader yang sangat berbakat dan membantu pengembangan profesional mereka.

Selain sebagai seorang trader, Milan juga menulis analisis harian untuk komunitas Axi, memanfaatkan pengetahuannya yang luas tentang pasar keuangan untuk memberikan wawasan dan komentar yang unik. Antusiasmenya dalam membantu trader lain meningkatkan kesuksesan dalam trading mereka diwujudkan dengan membagikan keahliannya dalam penulisan eBook trading yang komprehensif dan secara rutin menerbitkan artikel pendidikan di blog Axi. Karyanya sering dikutip di surat kabar dan portal media internasional terkemuka.

Milan sering dikutip dan disebutkan dalam banyak publikasi keuangan, termasuk Yahoo Finance, Business Insider, Barrons, CNN, Reuters, New York Post, dan MarketWatch.

Temui beliau di: LinkedIn


Siap untuk melakukan perdagangan dengan keunggulan Anda?

Mulai berdagang dengan broker global yang telah memenangkan penghargaan.

Coba Demo Gratis Buka Akun Live